JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan pentingnya pengembangan talenta nasional di sektor semikonduktor sebagai bagian dari transformasi ekonomi berbasis teknologi menuju visi Indonesia Emas 2045.
Hal tersebut disampaikan Airlangga saat memberikan keynote speech dalam Pembekalan Nasional Talenta Semikonduktor 2026 di Jakarta, Kamis (5/3).
“Semikonduktor merupakan ‘otak’ dari seluruh teknologi modern. Permintaan global terhadap semikonduktor diproyeksikan mencapai USD1 triliun pada 2030, didorong oleh pertumbuhan data center dan AI, komunikasi nirkabel, serta elektronik otomotif,” kata Airlangga.
Ia menjelaskan ekonomi digital global diperkirakan mencapai USD16 triliun pada 2030. Sementara itu, ekonomi digital Indonesia telah menembus USD100 miliar dan menjadi yang terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Dengan lebih dari 230 juta pengguna internet dan tingkat penetrasi ponsel yang melampaui 100 persen, Indonesia dinilai memiliki potensi pasar digital yang sangat besar. Meski demikian, Airlangga menegaskan Indonesia tidak boleh hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi harus mampu menjadi pencipta teknologi melalui penguatan ekosistem semikonduktor nasional.
Sebagai langkah konkret, pemerintah melalui Danantara Indonesia menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan teknologi global Arm Ltd. untuk membangun ekosistem semikonduktor nasional.
Kemitraan tersebut membuka akses terhadap intellectual property dan ekosistem desain chip global. Melalui pendekatan fabless design, Indonesia dapat merancang chip di dalam negeri dan memproduksinya melalui fasilitas fabrikasi global.
Airlangga mengatakan kerja sama ini dibangun di atas tiga pilar utama, yakni akses terhadap intellectual property di berbagai domain teknologi strategis, pengembangan talenta semikonduktor dengan target pelatihan 15.000 insinyur Indonesia dalam ekosistem Arm, serta pengembangan proyek khusus yang ditargetkan menjadi tonggak industri teknologi nasional pada 2028–2029.
Menurutnya, strategi tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat kepemilikan dan inovasi teknologi nasional.
Dalam kesempatan itu, Airlangga juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam membangun ekosistem triple helix yang melibatkan pemerintah, industri, dan akademisi. Universitas didorong untuk mengembangkan kurikulum semikonduktor dan desain chip, memperkuat laboratorium mikroelektronika, hingga mendorong lahirnya startup berbasis desain chip dan Internet of Things (IoT).
Selain sektor semikonduktor, Airlangga juga menyoroti pentingnya pengembangan energi terbarukan sebagai fondasi digitalisasi. Ia menilai seluruh aktivitas digital membutuhkan pasokan energi yang andal dan berkelanjutan.
Indonesia juga tengah mengembangkan berbagai teknologi masa depan lainnya, termasuk bioteknologi dan konvergensi nano-bio-info-cognitive technology sebagai bagian dari revolusi industri berikutnya.
Melalui program Pembekalan Nasional Talenta Semikonduktor 2026, kita memulai langkah penting untuk memastikan Indonesia tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi dunia, tetapi juga ikut membentuk masa depan teknologi global,” ujar Airlangga.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan, antara lain Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan Adziman, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Ali Murtopo Simbolon, Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, serta Founder dan Chairman PT Jababeka Tbk Setyono Djuandi Darmono.
Selain itu, hadir pula Rektor Institut Teknologi Bandung Tatacipta Dirgantara, perwakilan universitas dari seluruh Indonesia, serta para calon peserta program pelatihan talenta semikonduktor.




































